Kamis, 22 Mei 2014

Instalasi Penangkal Petir Rumah




Jenis instalasi penangkal petir yang lebih cocok untuk rumah tinggal  adalah jenis instalasi penangkal petir konvensional, yakni rangkaian jalur instalasi penyalur petir yang bersifat pasif menerima sambaran petir. PENANGKAL PETIR RUMAH

Description: http://solusipetir.com/solusipetir/images/stories/konfensional-rumah.jpgManusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah bahaya sambaran petir. Ada beberapa metode untuk melindungi bangunan dan lingkungan dari sambaran petir. Metode yang paling sederhana tapi sangat efektif adalah metode Sangkar Faraday. Yaitu dengan melindungi area yang hendak diamankan dengan melingkupinya memakai konduktor yang dihubungkan dengan pembumian.
Pemasangan penangkal petir untuk rumah adalah memberikan saluran elektris dari atas bangunan ke tanah dengan tujuan bila ada sambaran petir yang mengenai atas bangunan maka arus petir bisa mengalir ke ground dengan baik.  Standart kabel yg di gunakan adalah minimal 50 mm”  (SNI), untuk memilih kabel di bawah 50 mm” tidak di sarankan walau kenyataan di lapangan banyak di gunakan.
Langkah pertama yang harus di lakukan adalah memilih jalur penurunan kabel, ada 2 hal penting dalam pemilihan jalur kabel ini. Pertama jalur terpendek dengan pertimbangan lebih hemat dan Tahanan kabel kecil, Kedua Sesedikit mungkin belokan/tekukan agar tidak terjadi loncatan keluar jalur kabel (Site Flasing)
Pekerjaan pemasangan dimulai dari bawah / ground



Ada 2 System yang di gunakan :




Description: http://solusipetir.com/solusipetir/images/stories/penangkal%20petir%20faraday.jpgPenangkal Petir Sangkar Faraday adalah rangkaian jalur elektris dari bagian atas bangunan menuju tanah/grounding dengan beberapa jalur penurunan kabel, sehingga menghasilkan jalur konduktor berbentuk sangkar yang melindungi bangunan dari sambaran petir.

Pemanfaatan struktur logam sebuah bangunan bisa dimanfaatkan, misalnya :
- Rangka baja (H-Beam/I-WF)
- Pertulangan Beton
- Frame Alumunium
Pemanfaatan struktur logam tersebut bisa dilakukan dengan catatan harus mengarah ke bawah/tanah di hubungkan dengan unit grounding system.

Description: http://solusipetir.com/solusipetir/images/stories/penangkal%20petir%20franklin.jpgPenangkal Petir Franklin Rod adalah rangkaian jalur elektris dari atas bangunan menuju sisi bawah/tanah dengan jalur kabel tunggal, dengan cara memasang alat berupa batang tembaga dengan daerah perlindungan berupa kerucut imajiner dengan sudut puncak 112 derajat. Agar daerah perlindungan luar maka Franklin Rod di pasang pada bangunan teratas (tinggi 1 - 3 Meter). Makin jauh dari Franklin Rod maka perlindungan akan semakin lemah pada areal tersebut.

Dari kedua system instalasi penangkal petir konvensional tersebut tentunya sangat di pertimbangkan mengenai standart keamanan, kualitas instalasi, biaya dan estetika menjadi titik tolak utama bagi kita untuk memilih, memakai system pengamanan sambaran petir manakah yang sesuai untuk bangunan kita.
Description: http://solusipetir.com/solusipetir/images/stories/konfensional-splitzer.jpg
Description: http://solusipetir.com/solusipetir/images/stories/konfensional-grounding.jpg

Berikut material yang di perlukan untuk instalasi penangkal petir konvensional :

 Pada perencanaan sistem terminasi udara (Splitzer) pada instalasi penangkal petir konvensional ada 3 metode yang digunakan untuk menentukan penempatan terminasi udara sekaligus untuk mengetahui daerah proteksi. Metoda tersebut adalah :
1.      Metoda Jala (Mesh Size Metode)
Description: http://solusipetir.com/solusipetir/images/stories/tabel.2.18.png
Metoda ini digunakan untuk keperluan perlindungan permukaan yang datar karena bisa melindungi sebuah permukaan bangunan. Daerah yang akan diproteksi adalah keseluruhan daerah yang ada didalam jala tersebut. Permukaan disamping pada struktur yang tingginya lebih dari radius bola bergulir, yang sesuai dengan tingkat proteksi yang dipilih harus dilengkapi sistem terminasi udara. Pada umumnya digunakan ketentuan bahwa ukuran jala (Mesh) adalah 5 sampai 20 meter. Penghantar terminasi udara harus dipasang khususnya pada tepi atap, garis bubungan atap atau pada menara di atap. Penghantar terminasi udara instalasi penangkal petir konvensional harus menggunakan lintasan sependek mungkin dan langsung menuju ke grounding sistem supaya induktansinya dapat sekecil mungkin. Tinggi setiap splitzer yang digunakan antara 2-3 meter.
Atap bangunan dengan lembaran logam yang dilapisi pelindung atau atap bangunan berupa lembaran logam dengan lapisan tipis isolasi untuk isolasi thermal harus diberi terminasi udara seperti jika atap tidak terbuat dari logam. Atap bangunan yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar harus dilindungi dari pengaruh bahaya pemanasan yang disebabkan arus petir yang mengalir melalui penghantar terminasi udara.
Usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi pemanasan tersebut diantaranya :
- Mengurangi temperatur konduktor dengan cara memperbesar luas penampang konduktor
- Menambah jarak antara konduktor dengan konduktor lainnya yang dilindungi
- Menyelipkan lapisan pelindung panas antara konduktor dengan material atap yang mudah terbakar

2. Metoda Sudut Proteksi (Protective Angle Metode)
Description: http://solusipetir.com/solusipetir/images/stories/perancangansuditproteksisni2003_7015_2004hal31.png
 Metode sudut proteksi tidak dugunakan untuk perlindungan struktur yang lebih tinggi dari radius bola bergulir, karena secara geometris akan ada bagian dari struktur yang tidak terlindungi terhadap ancaman bahaya sambaran petir.




  3. Metoda Bola Bergulir (Rolling Sphere Metode)
Description: http://solusipetir.com/solusipetir/images/stories/perancanganbolabergulirsni2003_7015_2004hal32.png
Metoda bola bergulir sangat baik digunakan pada bangunan yang bentuknya rumit. Dengan metoda ini seolah-olah ada suatu bola dengan radius (R) yang bergulir diatas tanah, sekeliling struktur dan diatas struktur kesegala arah hingga bertemu dengan tanah atau struktur bangunan yang berhubungan dengan permukaan bumi yang mampu bekerja sebagai penghantar. Titik sentuh bola bergulir pada struktur adalah titik yang dapat di sambar petir dan pada titik tersebut harus diproteksi oleh konduktor terminasi udara.



Description: http://solusipetir.com/solusipetir/images/stories/protective%20angle%20method.jpg
Radius Proteksi Instalasi Penangkal Petir Konvensional
Radius proteksi instalasi penangkal petir konvensional berbeda dengan radius proteksi penangkal petir elektrostatis, hal ini di sebabkan karena instalasi penangkal petir konvensional bersifat pasif. Secara teori radius penangkal petir konvensional antara 2 Meter sampai 4 Meter atau 45 derajat dengan ketinggian splitzer 1 Meter. Maka dari itu jika luas struktur bangunan atau areal yang akan di lindungi sangat luas lebih praktis dan ekonomis dipasang penangkal petir elektrostatis. Terminal petir elektrostatis dengan merk Flash Vectron memiliki radius proteksi 157 Meter.




Description: http://solusipetir.com/images/stories/penangkalpetirsistemradius.jpgRadius perlindungan tidak hanya berdasarkan kapasitas rata-rata yang tercantum dalam tabel. Radius perlindungan sebuah terminal unit penangkal petir elektrostatis juga sangat tergantung pada posisi penempatannya dari atas bangunan, semakin tinggi letak posisi terminal petir maka akan menghasilkan jarak perlindungan yang semakin besar. Selain itu ada teori penunjang lain yang menyebutkan bahwasannya intensitas petir (curah petir tahunan) di sebuah wilayah juga dapat mempengaruhi radius proteksi terminal unit penangkal petir. Bila sebuah wilayah memiliki intensitas sambaran petir yang sangat tinggi misalnya di daerah pegunungan atau daerah berbukit maka standart kinerja radius proteksi terminal unit penangkal petir harus di nilai 80% dari kinerja optimal, karena akan ada waktu singkat (jeda pendek) untuk mengisi ulang kapasitor.
Didalam teori atau dalam buku tentang penangkal petir ESE (Early Streamer Emission Lightning Conduktor) terminal diatur dalam standart NFC 17-102 (dari Perancis) dan UNE 21-186 (dari Spanyol). Sampai saat ini hanya 2 negara ini di dunia yang mengadopsi ESE kedalam standart acuan proteksi penangkal petir.
Luas radius proteksi penangkal petir ditentukan oleh rumusan perhitungan resiko, yaitu dengan memperhatikan faktor resiko sebagaimana dibawah ini :
1. Berapa jumlah hari guruh dilokasi bangunan berada.
2. Bahaya dari bangunan, apakah struktur bangunan tersebut terbuat dari kayu, besi atau beton.
3. Adanya bahan yang mudah terbakar di dalam bangunan tersebut.
4. Bahaya terhadap keselamatan manusia.
5. Berapa tinggi terminal
petir terhadap permukaan atau atap bangunan yang akan di proteksi.
 
Maka dari itu Terminal Petir Elektrostatis yang berasal dari luar negeri (Import) jika di pasang di Indonesia sebetulnya secara teori dalam menentukan radius perlindungan petir sudah tidak sesuai lagi dengan radius perlindungan jika Terminal Petir tersebut di pasang di negara lain, sebab variable dalam rumus radius proteksi petir sudah berbeda dengan negara kita. Penangkal Petir Flash Vectron merupakan penangkal petir elektrostatis yang di desain khusus untuk di pasang di Indonesia karena teknologinya telah di sesuaikan dengan parameter yang ada di daerah tropis.
 
Description: http://solusipetir.com/images/stories/rumusempirishassedanwiesingeruntukmenentukansudutlindungfinial.jpgKonsep Elektrogeometri dikenal sebagai bola gelinding petir yang bertujuan untuk menentukan sudut lindung atau radius proteksi penangkal petir dari sistem proteksi eksternal yang biasanya diterapkan pada instalasi penangkal petir konvensional karena teori ini pada umumnya dipakai untuk konstruksi tower. Untuk menentukan radius proteksi penangkal petir konvensional dapat dihitung dengan menggunakan rumus empiris dari Hasse dan Wiesinger.
 
 
Contoh standart yang berlaku untuk sistem radius penangkal petir adalah :
 
1. Indonesia SNI  03-7015-2004
2. Inggris BS EN 62305
3. Amerika NFPA 780UL 96
4. Perancis NFC 17-102
5. Spanyol UNE 21186
6. Jerman DIN VDE 0800 dan DIN VDE 0845
7. Internasional IEC 62305 (Diakui hampir semua negara)

Description: http://solusipetir.com/images/stories/crp%207.jpg
Pada setiap tabel radius proteksi yang tercantum di dalam brosur, biasanya mencantumkan radius proteksi standart dan radius proteksi resiko tinggi. Bahkan ada juga yang mencantumkan tabel radius proteksi penangkal petir berdasarkan level tertentu, hal ini tergantung dari struktur bangunan atau areal yang akan di proteksi. Selain itu posisi head terminal petir yang semakin tinggi juga juga sangat menentukan jarak perlindungan dari terminal unit penangkal petir tersebut.

Description: http://solusipetir.com/images/stories/radius%20penangkal%20petir%20flash%20vectron.jpg
Bentuk Radius Proteksi Penangkal Petir Flash Vectron
Bentuk radius proteksi penangkal petir Flash Vectron bila di lihat seperti payung atau sangkar yang melindungi struktur bangunan atau sebuah areal dari sambaran petir langsung (eksternal protection). Jadi bila ada sambaran petir yang mengarah ke bangunan yang telah terpasang penangkal petir Flash Vectron maka sambaran petir tersebut akan mengenai terminal unit Flash Vectron sebagai alat penerima sambaran dan akan di salurkan melalui kabel penyalur ke grounding.

Description: http://solusipetir.com/images/stories/radius%20proteksi%20penangkal%20petir%20flash%20vectron.jpg
Bentuk radius proteksi penangkal petir Flash Vectron bila di lihat
dari atas seperti gambar di samping. Instalasi Penangkal
Petir yang
telah terpasang ada yang bertujuan untuk melindungi struktur
bangunan saja dan ada yang bertujuan untuk melindungi seluruh
areal. Maka sebelum dipasang penangkal petir sebaiknya kita
mengetahui luas bangunan atau areal yang akan dilindungi. Radius
proteksi penangkal petir harus saling beradu atau saling tabrakan
antara radius proteksi titik satu dengan titik yang lainnya.
 
 
 
 
 
 
 

Description: http://solusipetir.com/images/stories/indonesia.bmpMengingat letak geografis Indonesia yang di lalui garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia beriklim tropis, akibatnya Indonesia memiliki hari guruh rata-rata per tahun sangat tinggi. Dengan demikian seluruh bangunan di Indonesia memiliki resiko lebih besar mengalami kerusakan akibat terkena sambaran petir. Kerusakan yang di timbulkan dapat membahayakan peralatan serta manusia yang berada di dalam bangunan tersebut. Untuk melindungi dan mengurangi dampak kerusakan akibat sambaran petir maka harus di pasang sistem pengamanan pada bangunan tersebut. Sistem pengamanan itu salah satunya berupa sistem penangkal petir atau anti petir beserta kabel penyalur (Down Conduktor) dan pertanahannya (Grounding System) sesuai standart yang telah di tentukan.

Dibawah ini adalah Tabel Tingkat Isokeraunik di Indonesia :
INTENSITAS PETIR (Curah Petir Tahunan)
Tingkat Isokeraunik di Indonesia

KOTA - PULAU
CURAH PETIR
I K L
TINGKAT
Alor - Nusa Tenggara Timur
39
10.56
Rendah
Amahai - Maluku
109
29.95
Sedang
Ambon - Maluku
82
22.36
Rendah
Bogor - Jawa
201
55.15
Tinggi
Banyuwangi - Jawa
101
27.56
Sedang
Bawean - Jawa
141
38.68
Sedang
Banda Aceh - Sumatera
55
15.12
Rendah
Batam - Batam
131
35.94
Sedang
Belawan - Sumatera
246
67.36
Tinggi
Balikpapan- Kalimantan
227
62.10
Tinggi
Banjarmasin - Kalimantan
85
23.18
Rendah
Bandanaira - Kep. Maluku
63
17.26
Rendah
Bima - Nusa Tenggara Barat
102
27.84
Sedang
Bitung - Sulawesi
55
15.07
Rendah
Bau-Bau - Sulawesi
137
37.54
Sedang
Cilacap - Jawa
85
23.29
Rendah
Citeko - Jawa
227
62.30
Tinggi
Curug - Jawa
20
60.22
Tinggi
Denpasar - Bali
61
16.71
Rendah
Dabo - Singkep
107
29.32
Sedang
Dumai - Sumatera
218
59.75
Tinggi
Flores - Nusa Tenggara Timur
88
24.03
Rendah
Gunung Sitoli - Sumatera
112
30.68
Sedang
Gorontalo - Sulawesi
212
58.08
Tinggi
Geser - Maluku
91
25.04
Sedang
Indramayu - Jawa
187
51.23
Tinggi
Jakarta - Jawa
193
52.88
Tinggi
Jatiwangi - Jawa
189
51.78
Tinggi
Jambi - Sumatera
76
20.74
Rendah
Jaya Pura - Irian
197
53.88
Tinggi
Kairatu - Maluku
101
27.56
Sedang
Kalianget - Madura
166
45.45
Sedang
Kupang - Nusa Tenggara Timur
79
21.60
Rendah
Kota Baru - Kalimantan
58
15.89
Rendah
Lekunik Baa - NTT
78
21.34
Rendah
Lembang - Jawa
132
36.05
Sedang
Lokseumawe - Sumatera
201
55.07
Tinggi
Labuha - Maluku
130
35.59
Sedang
Luwuk - Kep. Maluku
110
30.25
Sedang
Majene - Sulawesi
139
38.19
Sedang
Makasar - Sulawesi
152
41.76
Sedang
Manado - Sulawesi
128
34.52
Sedang
Manokwari - Irian Jaya
162
44.41
Sedang
Masamba - Sulawesi
248
67.88
Tinggi
Mataram - Nusa Tenggara Barat
126
34.56
Sedang
Maumere - Irian Jaya
87
23.87
Rendah
Medan - Sumatera
224
61.34
Tinggi
Meulaboh - Sumatera
178
48.77
Sedang
Muara taweh - Kalimantan
267
73.20
Tinggi
Nanga Pinoh - Kalimantan
112
30.82
Sedang
Naha - Sulawesi
72
19.62
Rendah
Namlea - Maluku
69
18.90
Rendah
Padang Panjang - Sumatera
122
33.47
Sedang
Palembang - Sumatera
156
42.67
Sedang
Pang Brandan - Sumatera
214
58.60
Tinggi
Pangkal Pinang - Kalimantan
118
32.33
Sedang
Palu - Sulawesi
182
49.73
Sedang
Pangkalan Bun - Kalimantan
237
65.04
Tinggi
Paloh - Kalimantan
188
51.56
Tinggi
Palangkaraya - Kalimantan
298
81.68
Tinggi
Pontianak - Kalimantan
219
60.00
Tinggi
Putussibau - Kalimantan
169
46.30
Sedang
Poso - Sulawesi
127
34.79
Sedang
Riau - Sumatera
217
59.33
Tinggi
Semarang - Jawa
148
40.63
Sedang
Serang - Jawa
112
30.01
Sedang
Surabaya - Jawa
159
43.56
Sedang
Sumbawa Besar - NTB
119
32.61
Sedang
Sibolga - Sumatera
158
43.29
Tinggi
Subang - Jawa
31
8.55
Rendah
Samarinda - Kalimantan
172
47.06
Sedang
Susilo Sintang - Kalimantan
144
39.45
Sedang
Saumlaki - Maluku
83
22.83
Rendah
Sorong - Irian Jaya
147
40.27
Sedang
Tanjung Karang - Sumatera
112
30.68
Sedang
Tanjung Pandan - Sumatera
46
12.6
Rendah
Tanjung Pinang - Sumatera
148
40.61
Sedang
Tanjung Selor - Sumatera
88
24.2
Rendah
Tarempa - Sumatera
74
20.27
Rendah
Tegal - Jawa
198
54.34
Tinggi
Ternate - Maluku
130
35.73
Sedang
Tual - Maluku
26
7.12
Rendah
Timika - Irian Jaya
149
40.9
Sedang
Toli-Toli - Sulawesi
132
36.05
Sedang
Tuntu - Sumatera
204
55.89
Tinggi
Waingapu - Nusa Tenggara Timur
107
29.38
Sedang
Wamena - Irian Jaya
39
10.68
Rendah
Dokumentasi dari BMG Tahun 1999
IKL : Hari Petir (Guruh)
Tingkat Kerawanan Petir

- Tinggi : IKl > 50%
- Sedang : 25% < IKL < 50%
- Rendah : IKl < 25%
 
Di Indonesia sambaran petir sangat sering terjadi sepanjang tahun, mereka menyambar apa saja, mulai dari pohon, bangunan tinggi hingga orang. Indonesia bisa di bilang surganya petir. Kenapa ? Karena Indonesia mempunyai semua bahan yang diperlukan petir untuk membetuk diri. Wilayah Indonesia yang terdiri dari darat, laut dan udara terbentang luas sepanjang 5.110 kilometer dari Barat hingga ke Timur Khatulistiwa. Garis Meridiannya sendiri membujur dari Utara ke Selatan sepanjang 1.888 km. Luas wilayah darat dan laut Indonesia membuat semua unsur pembentuk petir tersedia dalam jumlah yang melimpah. Seperti udara naik, kelembaban dan partikel bebas atau aerosol. Oleh sebab itu sangat tidak mengherankan jika Indonesia merupakan salah satu tempat di dunia yang memiliki hari sambaran petir tertinggi. Bahkan Indonesia memiliki wilayah favorit sambaran petir, diantaranya :
 
1. Kota Bogor
Bogor identik dengan sebutan kota hujan, karena curah hujan pertahunnya rata-rata 2.500 mm - 4.400 mm. Kota yang dikelilingi Gunung Salak, Pangrago dan Gunung Gede ini memiliki kelembaban cukup tinggi, yakni sekitar 40 %, dengan suhu rata-rata 26 derajat celcius. Konon dalam 365 hari setahun, sambaran petir terjadi di langit Bogor sekitar 322 hari.
 
2. Kalimantan Tengah
Propinsi ini memiliki sambaran petir yang sangat tinggi, hal ini disebabkan awan petir yang terbentuk relatip rendah yakni sekitar 900 kaki saja dari permukaan tanah. Potensi terjadinya petir semakin besar karena tafografi daerah ini datar dan tingkat elevasinya rendah. Stasius Badan Meteorologi dan Geofisika Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya mencatat sambaran petir di daerah ini bisa mencapai 90 ribu kali sehari, baik sambaran dalam awan sendiri (dari awan ke awan, dari awan ke udara) atau dari awan ke tanah. Dalam bulan November 2007 lalu rata-rata tiap hari di wilayah Kalimantan Tengah terjadi 17.385 kali sambaran petir atau setiap menit terjadi sambaran petir sebanyak 12,1 kali. Sambaran petir tertinggi pada bulan itu mencapai 95.855 kali per hari dan terendah 63 kali per hari. Tingginya frekuensi petir ini membuat Kalimantan Tengah di juluki Tanjung Nyaho, dalam bahasa Dayak, Nyaho artinya petir.
 
3. Depok
Bila di Kalimantan Tengah sambaran petir paling banyak, maka di Depok petir menyambar dengan energi paling tinggi di dunia. Arus petir negatif di Depok mencapai kekuatan 379,2 kiloampere, sedang arus positifnya mencapai 441,1 kiloampere. Dengan kekuatan sehebat itu, satu sambaran bisa menghancurkan bangunan yang terbuat dari beton sekalipun. Sambaran petir di Depok terjadi hampir sepanjang tahun, yang tertinggi pada bulan Maret, April dan Mei atau pada musim hujan, sambaran petir agak mereda mulai bulan Pebuari. Data yang didapat dari laboratorium ITB, Jaringan Deteksi Petir Nasional, bahwa Indonesia memiliki hari guruh 200 hari, sementara Brazil 140 hari, Amerika Serikat 100 hari dan Afrika Selatan 60 hari.
 
Description: http://solusipetir.com/images/stories/rumusempirisajeriksson.jpg
Rumus perbandingan untuk menentukan radius proteksi antara instalasi penangkal petir elektrostatis dengan instalasi penangkal petir konvensional secara Conprehensived Course - Sistem Proteksi Petir dan Over Voltage pada jaringan listrik, jaringan data, jaringan telekomunikasi.
.
 
 
Description: http://solusipetir.com/images/stories/collectionvolumedesign.jpgBerikut ini desain model Perbandingan Metoda Collection Volume Terminal Early Streamer dengan Terminal Konvensional. Jika melihat tabel radius proteksi petir dan rumus perbandingan radius penangkal petir di atas maka kita dapat mengetahui daerah mana saja yang mempunyai curah petir yang tinggi sehingga kita dapat segera mengatasi ancaman bahaya petir yang selalu membayangi kita. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya dampak yang kurang baik dari sambaran petir yaitu dengan cara memasang instalasi penangkal petir Flash Vectron yang telah teruji kualitasnya.
 
Maka dari itu jika rumah, kantor atau bangunan kita belum terlindung oleh ancaman bahaya sambaran petir, segera hubungi call centre Jaya Abadi Globalindo 021 45515000, atau isi data di menu penawaran yang ada di website ini.




Penangkal petir Flash Vectron merupakan penangkal petir modern yang berbasis kerja E.S.E (Early Streamer Emission) Sistem ESE bekerja secara aktif dengan cara mengumpulkan ion dan melepaskan ion dalam jumlah besar ke lapisan udara sebelum terjadinya sambaran petir. Pelepasan ion ke udara secara otomatis akan membuat jalur untuk menuntun petir agar selalu memilih ujung Terminal Petir Flash Vectron ini dari pada areal sekitarnya. Dengan sistem ini akan meningkatkan areal perlindungan yang lebih luas dari pada sistem penangkal petir konvensional.
Disaat ada awan mendung melintas di atas bangunan yang dilindungi antipetir/penangkal petir Flash Vectron. Elektroda terpasang di dalam peralatan akan mengumpulkan dan menyimpan energi dari awan yang bermuatan listrik di dalam kapasitor yang mampu diisi ulang, setelah cukup besar kemudian dikirim ke unit ION GENERATOR. Ketika banyak energi petir di atmosfer maka awan menginduksi unit ION GENERATOR. Informasi ini di olah dalam unit Ion Generator untuk di manfaatkan sebagai memicu pelepasan energi. Akibat dari pelepasan energi yang menghentak ini akan menghasilkan lidah api penuntun ke udara (Streamer Leader) melalui Batang Utama penangkal petir Flash Vectron, lidah api penuntun ini yang kemudian di sambut oleh petir


Proses terjadinya petir akibat perpindahan muatan negatif (elektron) menuju ke muatan positif (proton). Para ilmuwan menduga lompatan bunga api listriknya sendiri terjadi, ada beberapa tahapan yang biasanya dilalui. Pertama adalah pemampatan muatan listrik pada awan bersangkutan. Umumnya, akan menumpuk di bagian paling atas awan adalah listrik muatan negatif, di bagian tengah adalah listrik bermuatan positif, sementara di bagian dasar adalah muatan negatif yang berbaur dengan muatan positif, pada bagian inilah petir biasa berlontaran. Petir dapat terjadi antara awan dengan awan, dalam awan itu sendiri, antara awan dan udara, antara awan dengan tanah (bumi).

Mekanisme terjadinya sambaran petir dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Sambaran Perintis (Initial Leader)
Peralihan muatan ke tanah dimulai dengan sambaran yang menjalar ke dekat dasar daerah bermuatan negatip dengan sambaran yang menjalar kedekat dasar daerah bermuatan negatip dalam awan melalui beberapa tahapan. Tiap tahapan akan terlihat sebagai kilatan petir yang bertambah. hal ini disebabkan oleh udara yang terionisasi di ujung sambaran. sambaran perintis menuju ke tanah dengan kecepatan rata-rata 10^8 cm/detik melalui zig-zag. Sambaran ini membawa muatan negatip sepanjang lintasannya sehingga menciptakan medan magnet listrik dalam ruang antara ujung sambaran perintis dengan tanah.
2. Sambaran Balik (Return Stroke)
Pada saat sambaran perintis mencapai ketinggian tertentu dari permukaan bumi maka dimulailah sambaran bermuatan positip ke atas untuk menemui ujung sambaran perintis yang bermuatan negatip. Kilasan cahaya dari sambaran balik ini jauh lebih besar dari sambaran perintis. Sambaran balik menjalar melalui lintasan sambaran perintis yang terionisasi dengan kecepatan 3.10^9 cm/detik. Arus dari sambaran balik inilah yang menjadi arus utama petir yang berkisar 5 kA sampai 200 kA dengan nilai rata-rata arus puncak 20 kA.

Jika kita memperhatikan bahaya yang di akibatkan sambaran petir, maka sistem perlindungan petir harus mampu melindungi struktur bangunan atau fisik maupun melindungi peralatan dari sambaran langsung dengan di pasangnya penangkal petir eksternal (Eksternal Protection) dan sambaran tidak langsung dengan di pasangnya penangkal petir internal (Internal Protection) atau yang sering di sebur surge arrester serta pembuatan grounding system yang memadai sesuai standart yang telah di tentukan. sampai saat ini belum ada alat atau system proteksi petir yang dapat melindungi 100 % dari bahaya sambaran petir, namun usaha perlindungan mutlak dan wajib sangat di perlukan. Selama lebih dari 60 tahun pengembangan dan penelitian di laboratorium dan lapangan terus dilakukan, berdasarkan usaha tersebut suatu rancangan system proteksi petir secara terpadu telah di kembangan oleh Flash Vectron Lightning Protection "SEVEN POINT PLAN".
Tujuan dari "SEVEN POINT PLAN" adalah menyiapkan sebuah perlindungan efective dan dapat di andalkan terhadap serangan petir, "Seven Point Plan' tersebut meliputi :
1. Menangkap Petir
Dengan cara menyediakan system penerimaan (Air Terminal Unit) yang dapat dengan cepat menyambut sambaran arus petir, dalam hal ini mampu untuk lebih cepat dari sekelilingnya dan memproteksi secara tepat dengan memperhitungkan besaran petirTerminal Petir Flash Vectron mampu memberikan solusi sebagai alat penerima sambaran petir karena desainnya dirancang untuk digunakan khusus di daerah tropis.
2. Menyalurkan Arus Petir
Sambaran petir yang telah mengenai terminal penangkal petir sebagai alat penerima sambaran akan membawa arus yang sangat tinggi, maka dari itu harus dengan cepat disalurkan ke bumi (grounding) melalui kabel penyalur sesuai standart sehingga tidak terjadi loncatan listrik yang dapat membahayakan struktur bangunan atau membahayakan perangkat yang ada di dalam sebuah bangunan.
3. Menampung Petir
Dengan cara membuat grounding system dengan resistansi atau tahanan tanah kurang dari 5 Ohm. Hal ini agar arus petir dapat sepenuhnya diserap oleh tanah tanpa terjadinya step potensial. Bahkan dilapangan saat ini umumnya resistansi atau tahanan tanah untuk instalasi penangkal petir harus dibawah 3 Ohm.


4. Proteksi Grounding System
Selain memperhatikan resistansi atau tahanan tanah, material yang digunakan untuk pembuatan grounding juga harus diperhatikan, jangan sampai mudah korosi atau karat, terlebih lagi jika didaerah dekat dengan laut. Untuk menghindari terjadinya loncatan arus petir yang ditimbulkan adanya beda potensial tegangan maka setiap titik grounding harus dilindungi dengan cara integrasi atau bonding system.
5. Proteksi Petir Jalur Power Listrik
Proteksi terhadap jalur dari power muntak diperlukan untuk mencegah terjadinya induksi yang dapat merusak peralatan listrik dan elektronik.
6. Proteksi Petir Jalur PABX
Melindungi seluruh jaringan telepon dan signal termasuk pesawat faxsimile dan jaringan data.
7. Proteksi Petir Jalur Elektronik
Melindungi seluruh perangkat elektronik seperti CCTV, mesin dll dengan memasang surge arrester elektronik.



Description: http://www.solusipetir.com/images/stories/cable-bcc.gif

Secara umum kabel penyalur yang dibutuhkan dalam instalasi penangkal petir adalah kabel yang memiliki luas penghantar 50 mm (minimal), bila lebih besar kemampuan penghantarnya akan lebih baik. Berbagai macam kabel penyalur yang dapat digunakan untuk menyalurkan arus petir ke tanah, karakteristik utama adalah steel frame (rawan terhadap putus/gagal sambungan yang menyebabkan loncatan petir dan adanya kebocoran induksi di sekeliling arus petir.
Sedangkan jenis kabel tergantung dari keadaan jalur instalasi yang dilewati :
A. OUT DOOR INSTALASI
Bila instalasi kabel penghantar penangkal petir diletakkan di luar bangunan dan jauh dari instalasi lain (listrik,data) ataupun jauh dari jangkauan penghuni maka kabel bisa menggunakan kabel BCC minimal 50 mm (Bare Copper Conductor) dengan pertimbangan Murah.

B. IN / OUT DOOR INSTALASI
Description: http://www.solusipetir.com/images/stories/kabel%20nyy%20penyalur%20petir.jpgSedangkan bila kabel penghantar anti petir diletakkan di dalam bangunan dan bisa jauh dari instalasi lain (listrik,data) ataupun jauh dari jangkauan penghuni maka kabel bisa menggunakan NYY minimal 50 mm atau NYY 70 mm dengan pertimbangan kabel ini cukup mampu menahan induksi petir

Description: http://www.solusipetir.com/images/stories/kabel%20nya%20penyalur%20petir.jpg

Kabel NYA sama percis dengan kabel NYY, yang membendakan yaitu kalau kabel NYY memiliki dua isolator atau dua lapisan pembungkus tembaga, sedangkan NYA satu lapisan pembungkus atau satu isolator

C. INDOOR HIGH  INSTALASI
Description: http://www.solusipetir.com/images/stories/kabel%20coaxial%20penyalur%20petir.jpg
Description: http://www.solusipetir.com/images/stories/coaxial-penyalur-petir1.pngDan bila jalur instalasi tidak bisa dihindarkan dari instalasi lain (listrik, data, kontrol dll) maka kabel jenis HVSC (High Voltage Single Core) yang harus digunakan karena hanya kabel ini yang mampu menahan tegangan tembus/induksi (inception voltagearus petir, misalnya kabel Coaxial dan N2XSY ukuran 2 x 35 mm.


Kabel Instalasi Untuk Surge Arrester
Description: http://www.solusipetir.com/images/stories/s_1695706_dcpowercable.jpgKabel NYAF 16 mm biasanya di gunakan dalam pemasangan instalasi internal protection (Surge Arrester Listrik), karena selain lentur kabel ini juga memiliki isolator atau pembungkus tembaga, tidak seperti kabel BC. Bahkan pemasangannya pun sangat dianjurkan memakai conduite. Dalam hal pemasangannya harus disambungkan dengan kabel grounding yang biasanya menggunakan kabel BC 50 mm atau dihubungkan langsung dengan Ground Rod.

Description: http://www.solusipetir.com/images/stories/1981742_kabl.jpgDalam pemasangan instalasi internal protection (Surge Arrester PABX) biasa menggunakan kabel telepon biasa, umumnya jenis kabel yang digunakan adalah coaxial yang ukurannya kecil. Hal ini tentunya disesuaikan dengan penggunaaan kabel instalasi perangkat PABX nya. Jika telah dipasang kabel tersebut tetap harus dihubungkan dengan grounding system agar secara fungsi instalasinya dapat maksimal.


Material Bantu :

Material bantu yang berkaitan dengan pemasangan instalasi penangkal petir dalam pemasangan jalur kabel bertujuan untuk memaksimalkan kualitas instalasi dan estikanya. banyak sekali kontraktor atau perusahaaan instalatir yang kurang memperhatikan material bantu tersebut. Padahal material bantu dalam suatu instalasi penangkal petir sangat menentukan hasil akhir sebuah pekerjaan pemasangan instalasi penangkal petir di suatu struktur bangunan atau areal pemasangan.

Beberapa material bantu dalam pemasangan jalur kabel penangkal petir :

Description: http://www.solusipetir.com/images/stories/s_1849149_skunkabel.jpg1. Skun Cable.
Material ini berfungsi untuk menyambungkan antara kabel penyalur penangkal petir dengan kabel grounding system. Biasanya dipasang didalam bak kontrol yang mana bak kontrol tersebut dibuat untuk mempermudah kita dalam hal perawatan instalasi penangkal petir yang telah terpasang, atau ketika kita akan mengukur resistansi grounding system tentunya harus di buka dulu titik penyambungannya (Skun Cable) agar kita dapat mendapatkan hasil pengukuran resistansi grounding yang akurat. Selain itu Skun Kabel juga dipasang antara terminal penangkal petir dengan kabel penyalur.


Description: http://www.solusipetir.com/images/stories/bryce%20pvc.jpg2. Conduite.
Material ini berfungsi untuk membantu mengurangi dampak induksi yang terjadi pada instalasi penangkal petir yang telah terpasang. Biasanya conduite tersebut menggunakan pipa paralon (PVC) yang ukurannya di sesuaikan dengan ukuran kabel yang di gunakan sebagai kabel penyalurnya.



Description: http://www.solusipetir.com/images/stories/klemkm%20copy.jpg3. Klem Kuku Macan
Material ini digunakan untuk menyambung antara kabel grounding dari titik satu dengan titik yang lainnya (Pararel Grounding). Alat ini terbuat dari tembaga atau logam sehingga dapat berfungsi sebagai konduktor juga sehingga dapat meningkatkan kualitas instalasi.



Description: http://www.solusipetir.com/images/stories/1723600_ground-rod-clamp-2kxn2_as01.jpg4. Konektor Cincin
Material bantu ini berfungsi sebagai alat penyambung antara kabel penyalur dengan grounding dengan menggunakan Copper Rod atau tembaga berbentuk tongkat (stick), sehingga kualitas dari sambungan instalasi tersebut dapat terjamin kualitasnya.